Reaksi Anies Baswedan Soal Sindiran Basuki: Mohon Maaf Pak Menteri...

9 Views
Anonim Movies
Anonim Movies
03 Jan 2020

JAKARTA, KOMPAS.TV - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi sindiran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Sebelumnya, Basuki sebut normalisasi sungai Ciliwung yang tak terpenuhi sepanjang 33 km. Anies Baswedan pun menjelaskan mengenai normalisasi yang dimaksud Basuki Hadimuljono.

"Mohon maaf pak Menteri, saya harus berpandangan karena tadi bapak menyampaikan selama air dibiarkan dari kawasan selatan masuk ke Jakarta dan tidak ada pengendalian dari selatan," ucap Anies Baswedan, di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Selain itu, Anies Baswedan juga mengatakan jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyaksikan kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Maret 2019.

"Kami sudah menyaksikan bulan Maret yang lalu di kawasan Kampung Melayu sudah dilakukan mormalisasi, itu pun mengalami banjir ekstrem," ucapnya.

Diketahui, saat ini pihak PUPR sedang membangun dua bendungan di Ciawi dan Sukamahi. Pembebasan lahan pun mencapai 90 persen lebih.

"Kami bersyukur bahwa sekarang Kementerian PUPR sedang menyelesaikan dua bendungan. Kalau dua bendungan itu selesai, maka volume air yang masuk ke kawasan pesisir bisa dikendalikan," lanjut Anies.

Jika kawasan pesisir dapat dikendalikan, Anies meyakini Jakarta akan terbebas dari banjir.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengutarakan kekecewaannya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantaran normalisasi sungai Ciliwung yang baru dilakukan sepanjang 16 kilometer (km) dari total 33 km.

"Mohon maaf bapak gubernur selama penyusuran kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani, dinormalisasi 16 km," kata Basuki Hadimuljono di Monas, Rabu, (1/1/2020).

Menurut Basuki, luapan air tidak terjadi pada aliran sungai yang dinormalisasi. Namun, kondisi ini berbeda jauh dengan wilayah yang belum dinormalisasi.

"Di 16 km itu kita lihat Insya Allah aman dari luapan, tapi yang belum dinormalisasi tergenang," ungkapnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, menurut Basuki, harus didiskusikan mengenai sisa panjang sungai yang belum dinormalisasikan, termasuk kali Pasangrahan yang menuju Banjir Kanal Timur. Pihaknya kata Basuki sedang menunggu kesepakatan dengan masyarakat untuk pembebasan lahan yang akan terdampak normalisasi sungai.

"Kami menunggu sekarang kesepakatan dengan masyarakat. Alhamdulillah menurut beliau (Anies), masyarakat sudah diskusi dan Insya Allah masyarakat bisa menerima itu, mudah-mudaham bisa kita tangani," kata Basuki.

#AniesBaswedan #BasukiHadimuljono #BanjirJakarta

Show more


0 Comments Sort By

No comments found